THIchannel Platform
Produk Enagic Kangen Water
Member 1
Member 2
Member 3
Member 4
Member 5
Member 6
Member 7
Member 8
Member 9
Member 10

Hasil

"Bukan tentang seberapa cepat kamu mulai, tapi seberapa konsisten kamu bertahan sampai hasilnya terlihat."

Enagic Global Map

ENAGIC GLOBAL OFFICES

2
9
Countries
4
4
Location

untuk perubahan hidup signifikan
Transformasi DIRI itu wajib

Penting menerima diri kita yang kemarin, untuk bisa berubah hari ini. Ini waktunya kembangkan sayap dengan semua potensi diri menjelajahi dunia sukses. Lakukan perubahan besar kebiasan hidup harian anda. Transformasi diri, itulah yang merubah hidup anda seperti mereka mereka ini

Cynthia Briganti Chabungcal dibayar $400K plus 80K/bulan seumur hidup untuk transformasi diri yang telah dilakukannya oleh enagic global

Cynthia Briganti yang pernah mencoba keberuntungannya mencari kerja di Jakarta-Indonesia sebelum akhirnya memutuskan mengambil tantangan yang lebih besar, nekat ke Amerika. Tak terhitung pengalaman hidup yang dilalui Cynthia termasuk sempat terpapar kanker.

Justru nasib kesehatannya yang buruk dan nasib keuangannya yang amburadul, Cynthia Briganti yang akhirnya menjadi cancer-survival setelah terapi Kangen Water. Cynthia berjuang hebat - bertransformasi - menapaki karir bisnis di Enagic Global menjadi 6A2-7 di 2021.

Cynthia memastikan diri menerima bayaran atas hasil penjualannya dan seluruh penjualan di group organisasinya sedikitnya milyaran per bulan. Dan itu didapat hanya dengan modal usaha setara kredit KUR.

SEHAT SEJATI

Ada banyak cerita sukses dari komunitas true health indonesia yang datang dari berbagai profesi, latar belakang pendidikan dan seterusnya

Member 1
Member 2
Member 3
Member 4
Member 5
Member 6
Member 7
Member 8
Member 9
Member 10

dalam skala perubahan yang berbeda di Bali-Indonesia banyak orang dari berbagai kalangan masyarakat sudah dan sedang melakukan transformasi diri di komunitas thichannel-Enagic-Kangen Water

Sehat-Bisnis, itu Prioritas
Santo Utoyo
Arsitek
Jakarta, Indonesia
Santo Utoyo adalah seorang arsitek terkemuka dan kontraktor yang telah mengerjakan berbagai proyek di Jakarta dan sekitarnya. Karyanya yang menggabungkan elemen tradisional dan modern.

Santo dan istri, Devy Siane yang juga seorang arsitek, keduanya memiliki reputasi yang sangat baik dalam merancang bangunan yang fungsional sekaligus estetis. Keduanya berkolaborasi menghasilkan proyek yang meliputi pembangunan gedung perkantoran dan hunian mewah, memadukan seni arsitektur, menciptakan harmoni design eksterior-interior.

Padatnya aktivitas mereka banyak menguras energi pisik, pikiran dan waktu, membuat mereka semakin sadar bahwa sehat, kesehatan itu sama penting dan prioritasnya seperti hal-nya konstruksi dan bisnis.

Santo, panggilan akrab Santo Utoyo, arsitek lulusan Universitas Bina Nusantara, sambil terus berkarya, ingin tetap bisa menikmati kehidupan modern, seperti karya2 arsitektur mereka sekaligus memiliki kehidupan kesehatan berbasis alam dan kesederhanaannya. Mereka selalu terbuka pikiran untuk solusi Kesehatan keluarga yang seperti itu.

“Saya mengambil bisnis franchise Jepang ini karena bisnis ini memungkinkan saya memastikan keuangan saya menuju finansial freedom, sekaligus produknya yang ber-ISO13485 menjadi salah satu pertimbangan utama kami memilikinya” – Santo

Kebebasan itu adalah sebuah kemewahan
Wayan Suyadnyayasa
Japanese Driver Guide
Gianyar, Bali, Indonesia
Kebebasan itu adalah sebuah kemewahan dia harus dipayakan secara sungguh2. Dan itu adalah sebuah pilihan yang sangat logis untuk diperjuangkan.

Saya Wayan Suyadnyayasa, mantan pekerja pariwisata Bali. Saya berkarir sejak 19 tahunan selepas sekolah SMA. Saya memulai karir pariwisata dari menjadi office boy, cleaning services, staff ticketing, airport handling sampai tour guide.

Berlanjut ke hospitality, bekerja full time sebagai driver guide di villa. Dengan semua pengalaman kerja sebelum2nya selain sebagai Driver-Guide, oleh pemilik villa saya dipercaya merangkap Supervisor Transport. Rangkap pekerjaan ini saya kerjakan selama belasan tahun berikutnya.

Saya mendapatkan semua kegiatan yang saya sukai. Saya juga mendapatkan bayaran yang pantas. Tetapi dari tahun ke tahun saya sangat merasa ada kekebasan hidup saya yang berkurang, bahkan hilang. Semakin banyak pekerjaan semakin saya kehilangan kebebasan, terutama kebebasan waktu, baik waktu pribadi saya, juga waktu untuk keluarga dan waktu untuk sosial.

Saya mulai serius memikirkan solusi kekebasan itu, lebih2 dimasa2 akhir sebelum akhirnya saya memutuskan mengambil pilihan melepaskan semua pekerjaan itu, saya terkapar sakit pisik yang berat. Belakangan saya sadari penyakit pisik say aini datang dari rasa, pikiran ketidabebasan saya, rasa freedom saya ilang.

Inilah solusi yang saya temukan di komunitas #truehealth ini dan di bisnis global bermodal setara kredit kecil ini. Perlahan tapi pasti, saya mulai punya kebebesan waktu. Saya merasakan kembali diri saya yang begitu berharga. Saya menemukan kebebasan pikiran. Dan sekarang saya sedang Menyusun usaha saya untuk kebebasan finansial berjenjang.

Berikut kisah pak wayan suyadnyayasa yang dirangkum ke video : KEBEBASAN ITU SEBUAH KEMEWAHAN

Masa Depan tanpa Solusi, Mengerikan
Ir I Ketut Mantra Spd
Mantan Guru-Spiritualist
Bali-Jakarta
Sakit, terkapar tidak berdaya, berbulan2 tanpa solusi karena himpitan ekonomi yang teramat berat. Ini menyadarkan saya tentang…

Mengingat kondisi ekonimi keluarga saya saat itu, masa depan saya sebagai manusia dewasa mungkin tidak penting lagi, karena ada begitu banyak prioritas yang lain, yaitu masa

depan anak2 saya.

Meliat kondisi saya yang justru sejak sakit itu menjadi beban tambahan bagi istri saya. Tiba2 dalam keterpurukan segalanya, saya tersadar sendiri. Saya merasa seperti baru bangun dari tidur yang panjang. Dan saat terbangun, saya melihat betapa mengerikannya masa depan anak2 saya.

Saya orang rantauan Bali, tinggal di Bogor sejak kuliah, lulus kuliah, bekerja di Jakarta bertahun2 berikutnya, sampai punya rumah tangga dan anak2. Kalah oleh situasi ekonomi saya menyingkir ke tepian Jakarta bahkan tepian Bogor, yang sayangnya saya justru semakin terpuruk karena tiba2 mengalami sakit hepatitis dan pembengkokan tulang belakang, saraf kejepit.

Saya yang seorang Guru, yang bahkan dengan sangat terpaksa sudah mati2an kuliah lagi untuk bisa mendapatkan kenaikan upah kerja yang lebih baik. Entah oleh beban jarak kerja Bogor-Jakarta-Bogor plus situasi berimpitan bertahun sepanjang kereta, plus beban pikiran yang terpendam, saya justru ketiban sakit2 itu.

Dalam kondisi bed-rest berminggu2, berbulan2, saya merasa ngeri sendiri menyadari gelapnya masa depan akan2 saya, masa depan keluarga saya dengan sumber penghasilan yang saya dapatkan saat itu, walaupun istri saya tidak kalah semangatnya mencari berbagai solusi keuangan rumah tangga kami.

Masa depan anak2, tanpa solusi keuangan yang tepat, itu Gambaran yang sangat mengerikan. Saya buka hati buka pikiran lebar2 tentang solusi2, tetapi keterbatasan wawasan saya dalam usaha membuat saya sangat tidak peka melihat peluang tentang bisnis.

Saya tidak pernah menyerah, saya terus memikirkan solusi itu. Dan itulah yang kemudian terjawab dari komunitas #sehatsejati ini karena yang walaupun diawal kami benar2 memaksakan diri mengambil Keputusan menjadi pengusaha, tetapi justru tindakan besar kami yang luarbiasa inilah yangakhirnya benar2 menjadi solusi masa depan anak2 saya, masa depan keluarga kami, masa depan hidup saya, secara keuangan dan Kesehatan plus keadamaian pikiran.

Warung-Franchise-Kapal Pesiar
Ni Made Sulastrini
Mantan Pedagang Sayur
Gianyar, Bali, Indonesia
Saya Made Sulastrini dan suami saya Nyoman Windia. Kami sudah saling kenal sejak masih sama2 merantau di Denpasar. Saya (muda) bekerja di airport, suami bekerja di pariwisata. Kehidupan muda-menikah-punya anak kecil2, secara ekonomi kami masih okey…

Keadaan berubah, tenaga saya tidak lagi dibutuhkan di toko tempat saya bekerja di airport, memaksa saya akhirnya memutuskan untuk jualan sayu dll di pasar deket rumah kami, sedikit2 sampai akhirnya kami bisa kontrak toko kecil, juga dengan jualan yang sama yaitu sayur, lauk kebutuhan sehari2 dll…

Hasil dari situ, selama bertaon2, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian saja. Saya bekerja dari pagi masih buta sampai hari malam menjelang tidur, bertaon2 seperti itu. Kalau punya kebutuhan keuangan khusus seperti kebutuhan memulai anak sekolah-kuliah atau perbaikan rumah skala kecil, sudah pasti kami ambil hutangan bank kecil, sesuai kelas ekonomi kami…

Keadaan memburuk Ketika suami saya mulai sakit2an. Tidak penyakit yang berat tetapi sedikitnya 3 kali seminggu dia pasti masuk rumah sakit, sementara anak2 masih usia sekolah. Saya ingin merubah kehidupan ekonomi keluarga saya, juga Kesehatan suami saya, tetapi seperti orang kebanyakan para penjual sayur, kami tidak melihat ada jalan cerah untuk itu…

Pada suatu masa, kami ketemu lagi seorang teman muda saya, yang juga temen muda suami saya berkunjung ke rumah kami. Membuka wawasan sederhana kami tentang pilihan usaha. Bahwa kami butuh punya usaha, usaha keluarga yang bisa dikerjakan oleh seluruh anggota keluarga. Juga usaha, yang memiliki potensi bisa dikembangkan lebih besar tetapi dengan modal kecil…

Wawasan tentang usaha, tentang bisnis, ini baru saya dapatkan setelah secara intensif saya melibatkan diri di dalam komunitas #truehealthindonesia. Saya merasakan perubahan pola piker yang sangat berbeda. Saya merasa mendapatkan ilmu tentang bisnis seperti orang kuliahan. Pelan2 wawasan suami saya juga berubah drastic. Juga wawasan besar anak2 kami. Ini perubahan besar bagi saya dan kami sekeluarga, perubahan tentang wawasan, tentang mindset bisnis dan kemandirian…

Dari mindest itu, kami rasakan berpengaruh langsung ke keuangan keluarga kami. Dengan perubahan wawasan yang sangat mendasar itu anak2 pertama saya terjun ke kapal pesiar. Dia mendapatkan pengalaman dan juga finansial yang baik setelah beberapa taon dia berkarir. Anak kedua kami banyak melibatkan diri dalam kegiatan #thichannel, rasa percaya diri dia sangat kuat. Sekarang dia sedang mempersiapkan diri untuk menjelajahi dunianya yang lebih luas…

TUHAN MAHA BAIK
Nick Suar
Ibu Rumah Tangga
Gianyar, Bali, Indonesia

Lahir dan besar di desa yang bahkan pada saat itu desanya adalah termasuk salah satu dari desa tertinggal di Gianyar…

Tumbuh dewasa kemudian menikah. Seperti kebanyakan wanita Bali pada umumnya yang adalah seorang pengabdi pada keluarga, begitulah Nick Suar (panggilannya) disibukan oleh semua urusan rumah tangga, dari rumah tangga kecil sampai keluarga besar suaminya…

Semua urusan menjadi urusannya yang kalau semuanya diambil bahkan waktu 24 jam tidak akan cukup untuk menyelesaikannya. Dari urusan dapur, urusan bersih2 rumah, urusan anak, urusan suami, urusan mertua belum lagi urusan adat…

Tetapi…
Semua dikerjakannya dengan ketabahan, sayang sekali kesulitan ekonomi keluarga kecil Nick Suar seperti tidak ada ujungnya. Sampai pada suatu titik karena kesalahan pengelolaan keuangan keluarga yang bahkan sudah sangat ketat, keluarga kecil Nick Suar terjebak dalam hutang keluarga yang sangat besar (bagi mereka)…

Pada saat itulah…
Nick Suar nekat ambil keputusan untuk punya usaha sendiri, bisnis sendiri. Sungguh sebuah tantangan yang luarbiasa besar mengingat ketidakadaan sumber daya termasuk modal, produk dan pengalaman usaha…

Tuhan bertindak…
Lewat keponakannya jalan itu terbuka. Dan melalui perjuangan lanjutan yang luarbiasa juga Nick Suar dan suami berhasil melunasi semua hutang2 mereka dengan bisnis kecil rumahannya ini..

Anda yang ingin melihat usaha modal terbatas Nick Suar silahkan akses di toyaning.com

Berikut kisah Nick Suar yang dirangkum ke video : JANGAN PERNAH PROTES DENGAN KESULITAN HIDUP

Profile Picture

Saya Host Anda

mister WAYAN

  • www.thichannel.com
Hubungi Saya jika ingin tahu lebih

Masukkan Nama dan Email anda untuk mendapatkan info terbaru dari kami via email.

Join Event THI Channel